Ming. Jun 13th, 2021

Waktu Olahraga

Berita Seputar Olahraga Terupdate

Ahsan Dan Hendra Dikatakan Tampil Konsisten, Namun Masih Harus Evaluasi

2 min read

waktuolahraga.com – Salah satu ganda putra Indonesia ialah Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan, dinilai tampil dengan konsisten dan stabil sepanjang tahun 2019 ini. Namun, pelatih ganda putra Indonesia ialah Herry Iman Pierngadi, mengatakan pasangan senior tersebut tetap harus dievaluasi.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan tercatat berhasil menjuarai turnamen bergengsi All England pada tahun ini. Mereka juga dua kali menginjak final, yaitu Indonesia Master dan Singapura Terbuka.

Ada juga pada Swiss Terbuka dan Malaysia Terbuka, salah satu langkah mereka terhenti di perempat final. Ahsan dan Hendra saat ini bercokol di peringkat 4 dunia versi BWF.

Mohammad Ahsan Hendra Setiawan

“Ahsan/Hendra cukup konsisten dan stabil. Kalau mereka ke semifinal, final, cukup konsisten, tapi tetap harus dievaluasi, kekurangan dan kelebihannya. Karena kalau diperingkat sepuluh besar, sudah saling mengalahkan, terutama di lima besar, saling mengalahkan seperti biasa,” kata Herry, melalui rilis dari kabar PBSI.

“Saat bertanding, siapa yang paling siap, itu yang memungkinkan memenangkan pertandingan. Siapa yang bisa memanfaatkan menang angin-kalah angin. Hampir semua lapangan pertandingan di Asia, masalahnya adalah disitu,” Kata Herry.

Pada turnamen terakhir di Singapura Terbuka, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terpaksa mengubur impian menjadi juara setelah takluk dari ganda Jepang, ialah Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda.

Mohammad Ahsan Hendra Setiawan

Naiknya Peringkat

Sang pelatih berharap bahwa ranking Ahsan dan Hendra dan ganda putra Indonesia tentu seiring jalannya waktu akan bisa terus naik. Dengan demikian, para pemain bertemu sesama pemain Indonesia di babak perempat final atau sebelumnya tidak besar.

“Yang harus dihindari itu ketemu delapan besar terus. Kalau rankingnya naik kan bisa ketemu di semifinal atau di final. Kalau rankingnya terlalu jauh ketemunya di babak delapan besar, di babak awal, yang selama ini terjadi kan begitu, jadi menghindari pertemuan di awal – awal,” kata sang Pelatih.

“Kalau pengaturan hasil pertandingan tidak kok, mereka fight semua. Prize money nya kan masing – masing,” kata Herry sambil tertawa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *