Tue. Dec 10th, 2019

Waktu Olahraga

Berita Seputar Olahraga Terupdate

Sang Pelatih Tunggal Putra Indonesia Ungkap Perubahan Dari Jonathan Christie

2 min read

Waktu Olahraga – Salah satu pelatih tunggal putra ialah Hendry Saputra, ia memberikan pernyataan perubahan yang terjadi pada anak asuhnya ialah pemain muda yang tampan . Perubahan tersebut tentunya akan memiliki efek positif sehingga Jonatan Christie berhasil memenangkan turnamen Selandia Baru Terbuka 2019 dan Australia Terbuka 2019.

Penampilan Jonatan Christie sempat menurun setelah merebut medali emas Asian Games 2018. Tapi dengan perlahan namun pasti, dan kini penampilannya cukup membaik saat ini.

Setelah sekian kali membuat berbagai kejutan dengan menumbangkan pemain top level di sejumlah turnamen, Jonatan berhasil merebut gelar di Selandia Baru dan Australia.

Hendra Saputra

 

“Saat ini, Jonatan dalam kondisi fisik yang bagus. Dia staminanya memang harus bagus. Jonatan mainnya perlu durasi panjang, tempo lama. Jadi awalnya (fisik harus bagus) itu dulu, teknik dan cara main saya lihat dia bisa lebih menguasai,” ungkap Hendry Saputra, melalui rilis dari PBSI, Minggu (16/6/2019).

“Perubahan kedua adalah fokus jonatan dan seberapa besar ambisinya untuk raih gelar. Tiga hal ini paling penting buat jonatan,” ucap sang pelatih Hendry.

Sang pelatih juga mengamini pendapat publik tentang karakter Jonatan yang sekarang tampil lebih meyakinkan, terutama dalam pemilihan taktik.

“Kalau ketemu kompetitor dia, rata – rata memang sudah lebih aman. Dari beberapa stroke pukulan yang biasanya tidak yakin, sekarang dia lebih berani. Dia juga bisa memberikan pukulan tipuan, atau mengubah- ubah arah pukulan. Dari strategi sudah lebih baik juga,” kata Hendry tentang Jonathan Christie

Demi Poin Olimpiade

Jonatan meraih gelar Australia Terbuka 2019 setelah mengalahkan teman sendiri, Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 21-17, 13-21, dan 21-14.

Meskipun berstatus turnamen level super 300, jelang pengumpulan poin menuju olimpiade Tokyo 2020 banyak pemain top level yang ambil bagian dalam kerjuaraan tersebut. Pengumpulan poin olimpiade dimulai pada turnamen Selandia Baru Terbuka 2019 pada Mei lalu, dan berakhir di turnamen Kejuaraan Bulutangkis Asia 2020 pada April mendatang.

Hendra Saputra dan Jonathan Christie

 

“Saya rasa hasil ini cukup oke. Di sebuah turnamen, tidak ada capaian yang lebih tinggi daripada All Indonesia Final. Bagi saya ini sudah oke, melebihi target. Tadinya target salah satunya masuk final dan juara, tapi ini keduanya lolos,” tutur Hendry.

“kalau dibilang ini cuma super 300, tidak apa – apa juara super 300, sah saja. Sekarang kan sedang mengejar point untuk olimpiade, Misalnya ada pemain yang tidak ikut super 300, tidak apa – apa juga. Tapi kalau pemain itu poinnya kurang, pasti nanti dicari juga turnamen super 300,’’ tambahnya.

Baca Juga5 Tindakan Yang Buruk Dan Membuat Anda Tampak Sulit Ereksi

“Contohnya adalah, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang juara All England ikut main di level super 300 boleh enggak ?Ya boleh saja, karena lagi cari poin ke olimpiade. Tapi benar istilahnya bahwa Jonatan dan Anthony kalau di level super 300 memang sudah layaknya untuk juara,” imbuh Hendry.

Jonatan sudah mulai menjalani latihan di Pelatnas Cipayung untuk mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan selanjutnya di Indonesia Open 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terpanas

Kategori

Post Terbaru

Komentar Terfavorit

Hak Cipta

Jangan Sampai Tertingggal