Tue. Dec 10th, 2019

Waktu Olahraga

Berita Seputar Olahraga Terupdate

Momen Bangkitnya Tunggal Putra Indonesia

2 min read

Momen Bangkitnya Tunggal Putra Indonesia

Jonathan Christie

Waktuolahraga.com – Siapa yang tak kenal dengan Lim Swie King ? sang legenda bulutangkis tunggal putra Indonesia yang memenangkan banyak penghargaan untuk tunggal putra Indonesia pada zamannya itu. Salah satu anak didiknya yaitu Jonathan Christie dan Anthony Ginting sukses dalam ajang Asian Games 2018 di Jakarta. Jonathan Christie pemain tunggal putra mampu menyumbangkan emas untuk Indonesia dan temannya Anthony Ginting mendapatkan posisi juara 2 dalam ajang tersebut. Selang sebulan, Anthony Ginting mampu sukses pada ajang Super 1000 pada China Open dalam Nominasi Tunggal Putra. 

Hasil yang diperoleh Lim Swie King sangat diapresiasikan oleh sang legenda yaitu Lim Swie King. Ia berharap pada Anthony dan Ginting supaya bisa lebih giat dan lebih bersemangat lagi dalam latihan maupun pada saat bertanding.

“Saya rasa dengan hasil yang diperoleh Asian Games maupun single event menjadi harapan baru bagi tunggal putra untuk bangkit. Itu satu momen yang harus dipertahankan terus,” kata Liem dalam jumpa pers di Mid Plaza, Sudirman,

Menurut Anthony Ginting, untuk gelar yang didapatkannya pada tahun ini merupakan gelar keduanya. Sebelum beranjak ke ajang internasional, Anthony Ginting juga sering bertanding diajang Nasional salah satunya adalah Indonesia Master pada Januari 2018 lalu. Dan rekannya Jonathan Christie pun sukses dalam ajang SEA GAMES 2017 di Malaysia.

Anthony Ginting

Sekretaris Jendral PBSI Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa pada sekarang ini sulit untuk menentukan dan menerapkan pemain yang konsisten dalam permainan.

“Kita kalau bicara konsisten ukurannya dari apa sih? Apakah ada yang sekarang berturut-turut juara terus? Kento Momota yang digadang-gadang juara kalah. Lin Dan yang katanya kalau main di China all out juga kalah. Viktor Axelsen nomor satu dunia juga kalah. Artinya apa? Tingkat kompetitif di level itu memang beda. Tak ada yang bisa mendominasi,” Ucap Budiharto.

“Kelas Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon saja terpeleset dan artinya mencerminkan betapa ketatnya di level top ten dunia,” Budiharto menambahkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terpanas

Kategori

Post Terbaru

Komentar Terfavorit

Hak Cipta

Jangan Sampai Tertingggal